Senin, 14 September 2015

VIRUS HIV/AIDS

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh. Virus ini melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit.
Beberapa cara penularan virus HIV/AIDS adalah sebagai berikut:
  • Hubungan seks tanpa kondom
  • Berbagi alat suntik dengan orang yang positif mengidap HIV, terutama di kalangan pengguna narkotika suntik
  • Ibu hamil positif HIV kepada bayinya selama masa kehamilan, persalinan dan/atau waktu menyusui
  • Melalui transfusi darah/produk darah yang sudah tercemar HIV
HIVAIDS-Alodokter
Tidak ada obat untuk HIV, tapi ada pengobatan yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit. Pengobatan ini akan membuat orang yang terinfeksi untuk hidup lebih lama sehingga bisa menjalani hidup dengan normal.
Dengan diagnosis HIV dini dan penanganan yang efektif, pengidap HIV tidak akan berubah menjadi AIDS. AIDS adalah stadium akhir dari infeksi virus HIV. Pada tahap ini, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi sudah hilang sepenuhnya.

HIV/AIDS di Indonesia

Secara global, infeksi HIV/AIDS mengalami penurunan. Semua ini dikarenakan oleh intervensi yang menyebabkan perubahan pola komunikasi, pemakaian kondom, pencegahan transmisi dari Ibu-Anak, kampanye khitan dan pencegahan lainnya. Infeksi HIV baru sudah menurun dalam satu dekade terakhir. Tahun 2013, infeksi HIV dunia mencapai 2,3 juta. Mengalami penurunan sebanyak 33% sejak tahun 2001.
Sejak pertama kali ditemukannya infeksi HIV pada tahun 1987 sampai dengan Desember 2013, HIV tersebar di 368 dari 497 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia. Bali adalah provinsi pertama tempat ditemukannya infeksi HIV/AIDS.
Setiap 25 menit di Indonesia, satu orang akan terinfeksi  HIV. Satu dari lima orang yang terinfeksi berusia di bawah 25 tahun. Proyeksi Kementerian Kesehatan Indonesia memperlihatkan, tanpa adanya percepatan program pencegahan HIV, lebih dari 500.000 orang Indonesia akan positif terinfeksi HIV pada tahun 2014. Papua, Jakarta dan Bali yang berada paling depan dalam tingkat penyebaran kasus HIV baru per 100.000 orang. Jakarta memiliki angkat terbesar untuk kasus baru pada tahun 2011 yaitu sebesar 4.012 kasus.

Penyebaran HIV

HIV adalah jenis virus yang rapuh. Tidak bisa bertahan lama di luar tubuh manusia. HIV bisa ditemukan di dalam cairan tubuh dari orang yang terinfeksi. Cairan yang dimaksud adalah cairan sperma, cairan vagina, cairan anus, darah, dan ASI. HIV tidak bisa menyebar melalui keringat atau urin.
Di Indonesia faktor penyebab dan penyebaran virus HIV/AIDS terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu melalui hubungan seks yang tidak aman dan bergantian jarum suntik saat menggunakan narkotika.
Berikut ini adalah beberapa cara penyebaran HIV lainnya:
  • Penularan dari ibu kepada bayi pada masa kehamilan, ketika melahirkan atau menyusui.
  • Melalu seks oral.
  • Melalui transfusi darah dari orang yang terinfeksi.
  • Memakai jarum, suntikan dan perlengkapan menyuntik lain yang sudah terkontaminasi, misalnya spon dan kain pembersihnya.

Tes Infeksi HIV

Jika Anda merasa memiliki risiko terinfeksi virus HIV, satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan tes HIV yang disertai konseling. Segeralah mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat (klinik VCT) untuk tes HIV. Dengan tes ini akan diketahui hasil diagnosis HIV pada tubuh Anda.
Layanan tes HIV dan konseling ini disebut sebagai VCT (Voluntary Counseling and Testing) atau KTS (Konseling dan Tes HIV Sukarela). Tes ini bersifat sukarela dan rahasia. Sebelum melakukan tes, konseling diberikan terlebih dahulu. Konseling bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko infeksi dan juga pola hidup keseharian. Setelah tahap ini, dibahaslah cara menghadapi hasil tes HIV.
Tes HIV biasanya berupa tes darah untuk memastikan adanya antibodi terhadap HIV di dalam sampel darah. Antibodi adalah protein yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh untuk menyerang kuman atau bakteri tertentu.
Ada beberapa tempat untuk melakukan tes HIV. Anda bisa menanyakan pada rumah sakit atau klinik kesehatan terdekat. Di Indonesia, terdapat beberapa yayasan dan organisasi yang fokus untuk urusan HIV/AIDS, di antaranya:
  • Komunitas AIDS Indonesia
  • ODHA Indonesia
  • Himpunan Abiasa
  • Yayasan Spiritia
  • Yayasan Orbit
Sedangkan lembaga pemerintah yang dibentuk khusus untuk menangani HIV/AIDS adalah Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN).
Jika hasilnya positif, Anda akan dirujuk menuju klinik atau rumah sakit spesialis HIV. Beberapa tes darah lainnya mungkin akan diperlukan. Tes ini untuk memperlihatkan dampak dari HIV kepada sistem kekebalan Anda. Anda juga bisa membicarakan tentang pilihan penanganan yang bisa dilakukan.

Langkah Pengobatan Bagi Penderita HIV

Meski belum ada obat untuk sepenuhnya melenyapkan HIV, tapi langkah pengobatan HIVyang ada pada saat ini cukup efektif. Pengobatan yang dilakukan bisa memperpanjang hidup bagi penderita HIV dan mereka bisa menjalani pola hidup yang sehat.
Terdapat obat-obatan yang dikenal dengan nama antiretroviral (ARV) yang berfungsi menghambat virus dalam merusak sistem kekebalan tubuh. Obat-obatan diberikan dalam bentuk tablet yang dikonsumsi tiap hari. Anda akan disarankan melakukan pola hidup sehat. Misalnya makanan sehat, tidak merokok, vaksin flu tahunan, dan vaksin pneumokokus lima tahunan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko terkena penyakit berbahaya.
Tanpa pengobatan, orang dengan sistem kekebalan yang terserang HIV akan menurun drastis. Dan mereka cenderung menderita penyakit yang membahayakan nyawa seperti kanker. Hal ini dikenal sebagai HIV stadium akhir atau AIDS.

Cara Pencegahan HIV

Cara terbaik untuk mencegah HIV adalah dengan melakukan hubungan seks secara aman, dan tidak pernah berbagi jarum atau peralatan menyuntik apa pun. Semua yang pernah berhubungan seks tanpa kondom dan berbagi jarum atau suntikan, berisiko untuk terinfeksi HIV.

PENYEBAB Disentri

Disentri adalah infeksi pada usus yang menyebabkan diare yang disertai darah atau lendir. Diare adalah buang air besar encer yang terjadi tiga kali atau lebih dalam 24 jam. Selain diare, gejala disentri yang lain meliputi kram perut, mual, dan muntah.
alodokter-disentri

Kasus Disentri di Indonesia

Disentri adalah penyakit yang sangat umum terjadi, terutama jenis disentri basiler. Penyakit ini bisa muncul sepanjang tahun di Indonesia.
Jumlah pasti penderita disentri tidak diketahui karena selain penyakit ini belum tercatat secara resmi, kebanyakan penderita juga merawat diri di rumah tanpa berkonsultasi dengan dokter. Sanitasi yang buruk dan keterbatasan air bersih, terutama di daerah yang padat penduduknya bisa meningkatkan risiko penyebaran penyakit ini. Selain itu faktor risiko disentri yang kuat di Indonesia adalah kontaminasi pada makanan dan minuman.

Apa Saja Jenis Disentri?

Ada dua jenis utama disentri yang digolongkan berdasarkan penyebabnya, yaitu disentri basiler atau sigelosis yang disebabkan oleh bakteri shigella dan disentri amoeba atau amoebiasis yang disebabkan oleh amoeba (parasit bersel satu) bernama Entamoeba histolytica yang biasanya ditemukan di daerah tropis. Disentri basiler biasanya lebih ringan dibanding dengan disentri amoeba.
Kedua jenis ini biasanya menular karena lingkungan yang kotor. Manusia juga sering terinfeksi karena mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi.
Walau disentri bisa sembuh tanpa penanganan medis, penderita dianjurkan untuk tetap waspada karena disentri bisa berujung pada dehidrasi dan bahkan kematian. Hal ini umumnya terjadi di daerah dengan sanitasi yang buruk dan terutama jika perawatan klinis susah untuk didapatkan.

Berkonsultasi kepada Dokter

Tidak semua penderita harus ke dokter jika mengalami disentri. Penyakit ini biasanya bisa pulih dalam beberapa hari. Tetapi jika Anda mengalami diare berdarah atau berlendir yang berlangsung lebih dari beberapa hari, segera konsultasikan kepada dokter untuk diagnosisdan pengobatan yang lebih akurat. Jangan lupa untuk menginformasikan makanan apa saja yang Anda konsumsi yang mungkin dapat menyebabkan diare.
Jika anak Anda mengalami diare selama enam kali atau lebih dalam jangka waktu 24 jam atau diare yang berkelanjutan, Anda disarankan untuk membawanya ke dokter. Komplikasi utama akibat diare adalah dehidrasi. Ketahanan tubuh anak-anak terhadap dehidrasi lebih rendah daripada orang dewasa. Dehidrasi merupakan penyebab kematian utama pada anak-anak yang mengalami diare dan muntah-muntah. Maka dari itu, diare tidak boleh dianggap remeh terutama jika terjadi pada anak-anak. Berikut adalah tanda-tanda dehidrasi pada anak yang patut diwaspadai:
  • Rewel.
  • Cepat mengantuk.
  • Kondisi tubuh semakin lemah.
  • Jarang buang air kecil dibanding biasanya.
  • Tangan dan kaki terasa dingin.
  • Kulit menjadi pucat atau berbintik.
Disentri belum tentu membutuhkan perawatan medis, tapi memperbanyak minum sangatlah penting untuk mencegah dehidrasi.
Langkah Pencegahan Untuk Disentri
Menjaga kebersihan memiliki peran penting dalam pencegahan disentri. Selain bisa berdampak kepada si penderita, penyakit ini juga berpotensi untuk menyebar kepada orang-orang di sekitarnya, terutama anggota keluarga. Karena itu sebaiknya disentri dicegah mulai dari aspek kontak pertama hingga penyebarannya.
Berikut ini merupakan langkah-langkah pencegahan terkena disentri akibat faktor kontaminasi:
  • Menjauhi makanan yang kebersihannya tidak terjamin dan tidak minum air langsung dari keran.
  • Selalu mencuci tangan sebelum makan.
  • Memisahkan makanan yang mentah dari yang matang.
  • Mengonsumsi makanan yang dimasak sampai benar-benar matang.
  • Menyimpan makanan di kulkas dan tidak membiarkan makanan tertinggal di bawah paparan sinar matahari atau suhu ruangan.
Jika Anda mengalami disentri, langkah-langkah berikut akan sangat berguna untuk mencegah penyebarannya pada orang-orang di sekitar Anda:
  • Mencuci tangan sebelum makan atau menyiapkan makanan.
  • Mencuci tangan setelah dari toilet dan selalu bersihkan toilet dengan disinfektan setelah buang air besar.
  • Jika tinggal satu rumah, pastikan penderita tidak menggunakan handuk atau peralatan makan yang sama dengan anggota rumah lainnya.
  • Penderita sebaiknya tidak keluar rumah selama minimal 48 jam setelah periode disentri berakhir.

Penyakit Cacingan

PENGERTIAN DARI PENYAKIT CACINGAN
Dalam postingan kali ini kami akan membahas mengenai penyakit yang kerap sekali menyerang anak-anak yakni penyakit cacingan, Penyakit cacingan merupakan penyakit masalah kesehatan yang perlu penanganan serius terutama di daerah tropis khususnya di negara indonesia, karena cukup banyak penduduk menderita kecacingan. Penyakit ini dapat mengakibatkan menurunnya daya tahan tubuh terhadap penyakit dan terhambatnya tumbuh kembang anak, karena cacing mengambil sari makanan yang penting bagi tubuh, misalnya protein, karbohidrat dan zat besi yang dapat menyebabkan anemia, penyakit cacingan ini terkadang tidak kita sadari bahwa penyakit cacingan sudah ebrada dalam tubuh kita, mak dari itu bagi anda yang menderita penyakit cacingan maka kami sarankan untuk segeralah obati dengan obat herbal alami yang sudah terbukti di masyarakat bahwa obat herbal ace maxs ini sangat ampuh untuk menyembuhkan penyakit cacingan,
PENYEBAB PENYAKIT CACINGAN
Cacingan merupakan penyakit yang ditimbulkan karena banyaknya larva cacing yang bersarang dalam tubuh, (terutama pada perut). Penyebabnya paling utama adalah kurangnya menjaga kesehatan dan kebersihan..  terutama pada anak-anak yang sering dibiarkan bermain tanah. Adapun masuknya cacing ke dalam tubuh  beraneka cara, paling sering adalah melalui makanan yang kurang bersih.
Anak-anak yang mengalami cacingan kesehatannya akan menurun bahkan dimungkinkan kecerdasan pun akan berkurang juga (dikarenakan konsentrasi dan daya ingat yang menurun), ini karena tubuh tidak lagi mendapatkan asupan gizi yang cukup karena adanya cacing. yang menghisap nya dan menurunnya nafsu makan.
Gejala Dan Ciri Anak Cacingan :
-Wajah agak pucat, lesu dan kurang bergairah
-Kurus dan perut agak buncit
-Berat badan tidak naik-naik meski nafsu makan tidak berkurang
-Pada anak(bayi) tampak gelisah dimalam hari dan sering-garuk pantat (bagian anus)
-Sering mengalami gangguan lambung, mulas, diare atau sulit buang air besar (seperti gejala penyakit maag)
-Suka batuk
-Dll
Ciri-Ciri Cacingan Pada Anak Dan Orang Dewasa Dampak cacingan pada anak, walaupun cacingan tidak menimbulkan kematian secara langsung bahkan sangat kecil namun penderita cacingan memilki resiko tinggi tertular berbagai penyakit karena kondisi fisik (tubuh) yang lemah, karena itu sebaiknya lebih waspada dan berhati-hati dengan cara secara seksama melihat gejala awal yang timbul, khususnya pada anak. karena itu kita sebagai orang tua harus memperhatikan sang anak dan memberikan perawatan yang diberikan kepada sang anak, seperti memotong kuku dengan rapi, mencuci tangan sebelum dan sesudah makan dengan sabun antiseptik yang aman dan jangan buang air besar sembarangan. Disamping itu juga harus mengajarkan anak membiasakan diri menggunakan alas kaki ketika bermain diluar rumah, serta mencuci kaki dan tangan usai bermain.
Pengobatan yang secara alami untuk mengobati Cacingan
PENGERTIAN DARI PENYAKIT CACINGAN
Dalam postingan kali ini kami akan membahas mengenai penyakit yang kerap sekali menyerang anak-anak yakni penyakit cacingan, Penyakit cacingan merupakan penyakit masalah kesehatan yang perlu penanganan serius terutama di daerah tropis khususnya di negara indonesia, karena cukup banyak penduduk menderita kecacingan. Penyakit ini dapat mengakibatkan menurunnya daya tahan tubuh terhadap penyakit dan terhambatnya tumbuh kembang anak, karena cacing mengambil sari makanan yang penting bagi tubuh, misalnya protein, karbohidrat dan zat besi yang dapat menyebabkan anemia, penyakit cacingan ini terkadang tidak kita sadari bahwa penyakit cacingan sudah ebrada dalam tubuh kita, mak dari itu bagi anda yang menderita penyakit cacingan maka kami sarankan untuk segeralah obati dengan obat herbal alami yang sudah terbukti di masyarakat bahwa obat herbal ace maxs ini sangat ampuh untuk menyembuhkan penyakit cacingan,
PENYEBAB PENYAKIT CACINGAN
Cacingan merupakan penyakit yang ditimbulkan karena banyaknya larva cacing yang bersarang dalam tubuh, (terutama pada perut). Penyebabnya paling utama adalah kurangnya menjaga kesehatan dan kebersihan..  terutama pada anak-anak yang sering dibiarkan bermain tanah. Adapun masuknya cacing ke dalam tubuh  beraneka cara, paling sering adalah melalui makanan yang kurang bersih.
Anak-anak yang mengalami cacingan kesehatannya akan menurun bahkan dimungkinkan kecerdasan pun akan berkurang juga (dikarenakan konsentrasi dan daya ingat yang menurun), ini karena tubuh tidak lagi mendapatkan asupan gizi yang cukup karena adanya cacing. yang menghisap nya dan menurunnya nafsu makan.
Gejala Dan Ciri Anak Cacingan :
-Wajah agak pucat, lesu dan kurang bergairah
-Kurus dan perut agak buncit
-Berat badan tidak naik-naik meski nafsu makan tidak berkurang
-Pada anak(bayi) tampak gelisah dimalam hari dan sering-garuk pantat (bagian anus)
-Sering mengalami gangguan lambung, mulas, diare atau sulit buang air besar (seperti gejala penyakit maag)
-Suka batuk
-Dll
Ciri-Ciri Cacingan Pada Anak Dan Orang Dewasa Dampak cacingan pada anak, walaupun cacingan tidak menimbulkan kematian secara langsung bahkan sangat kecil namun penderita cacingan memilki resiko tinggi tertular berbagai penyakit karena kondisi fisik (tubuh) yang lemah, karena itu sebaiknya lebih waspada dan berhati-hati dengan cara secara seksama melihat gejala awal yang timbul, khususnya pada anak. karena itu kita sebagai orang tua harus memperhatikan sang anak dan memberikan perawatan yang diberikan kepada sang anak, seperti memotong kuku dengan rapi, mencuci tangan sebelum dan sesudah makan dengan sabun antiseptik yang aman dan jangan buang air besar sembarangan. Disamping itu juga harus mengajarkan anak membiasakan diri menggunakan alas kaki ketika bermain diluar rumah, serta mencuci kaki dan tangan usai bermain.
Pengobatan yang secara alami untuk mengobati Cacingan
obat herbal untuk cacinganKini kami memberikan informasi Mengenai pengobatan Cacingan kami akan merekomendasikan Sebuah Merk obat herbal yang berupa minuman yang aman untuk di konsumsi dan insya Allah setelah meminum obat herbal ini akan merasakan kesembuhan yang sempurna, kami akan jawab pertanyaan di atas Obat herbal yang kami maksud itu adalah Ace Maxs, ace maxs merupakan obat herbal yang terbuat dari komposisi alami yakni dari saripati kulit manggis dan extra daun Sirsak Dari kombinasi dua buah ini akan menjadikan tubuh lebih segar dan kesehatan pun bisa di rasakan, karena Perpaduan ke dua Buah ini bisa mencegah dan mengobati berbagai jenis penyakit seperti kanker dan jantung bocor, diabetes, kolesterol ,dll..
Ekstra kandungan dari Kulit Manggis ini kaya akan vitamin B1, B2 dan C, serta kalsium, potassium, sodium dan zat besi. Dalam buah manggis ini mengandung XANTHONE, mangostin, garsinon, flavonoid, epicatechin, spingomyolinase dan gartanin. Dengan kandungan XANTHONE yang tinggi(123,97 mg/ml), dalam kulit buah manggis yang mana dapat membunuh penyakit, dan mampu memperbaiki sel yang telah rusak serta melindungi sel-sel di dalam tubuh. Ekstra kandungan dari Daun sirsak ternyata mengandung zat anti kanker (Annonaceous Acetogenin ) yang memiliki kemampuan luar biasa untuk membunuh sel-sel kanker , dan tanpa mengganggu sel-sel sehat di dalam tubuh. Kulit buah manggis dan daun sirsak pun dapat dijadikan obat kemotherapi dan mengurangi dampak dari kemotherapi.

Ciri-Ciri Orang yang Cacingan

Berdasarkan jenis cacing yang menginfeksinya:
  • Cacing kremi : Gejalanya adalah rasa gatal di sekitar daerah anus atau vulva (kemaluan wanita). Gejala ini akan memburuk di malam hari ketika cacing kremi biasanya akan keluar dari permukaan tubuh untuk menaruh telurnya di sekitar anus/vulva. Cacing juga biasanya dapat terlihat di feses.
  • Cacing gelang : Biasanya tidak menimbulkan gejala, meskipun untuk jenis toxocara canis dapat menyebabkan masalah penglihatan apabila terdapat di mata karena menimbulkan radang & luka pada retina mata. Cacing gelang ini juga dapat berpindah ke bagian paru-paru menyebabkan timbulnya batuk & asma, serta menimbulkan bengkak di organ tubuh lain.
  • Cacing pita : Dapat menimbulkan rasa sakit di daerah perut. Cacing pita dapat menutupi daerah otot, kulit, jantung, mata & otak.

Gejala yang bisa dilihat secara umum
  • Wajah agak pucat, lesu dan kurang bergairah
  • Kurus dan perut agak buncit
  • Berat badan tidak naik-naik meski nafsu makan tidak berkurang
  • Pada anak(bayi) tampak gelisah dimalam hari dan sering-garuk pantat (bagian anus)
  • Sering mengalami gangguan lambung, mulas, diare atau sulit buang air besar (seperti gejala penyakit maag)
  • Suka batuk
  • Dan lain-lain.

Apabila terjadi infeksi yang lebih lanjut menunjukkan cacing sudah berpindah tempat dari usus ke organ lain, sehingga menimbulkan kerusakan organ & jaringan, dapat timbul gejala :
  • Demam
  • Adanya benjolan di organ/jaringan tersebut
  • Dapat timbul reaksi alergi terhadap larva cacing
  • Infeksi bakteri
  • Kejang atau gejala gangguan syaraf apabila organ otak sudah terkena

Penangan Cacingan
Karena terkadang sulit mendeteksi orang yang cacingan, maka anda harus rutin untuk minum obat cacing setiap enam bulan satu dosis yang sesuai dan dianjurkan. Jika anda sudah mengetahui jika terkena cacingan , segera bawa ke Dokter agar dapat diperiksa lebih lanjut kejadian cacingan yang menyerang anggota keluarga kita. Sehingga anda bisa mendapatkan obat cacingan yang diresepkan dan sesuai.

Pengobatan Cacingan
Obat yang mempunyai efek sebagai anti parasit dapat digunakan untuk pengobatan cacingan ini, ada 2 jenis obat yang biasa digunakan yaitu :
Pyrantel pamoat
Dosis untuk pengobatan cacingan yang belum diketahui jenisnya adalah :
Dewasa/anak-anak : 10 mg/kg BB, diberikan dalam dosis tunggal
Mebendazole
Dosis untuk pengobatan cacingan yang belum diketahui jenisnya, sama dengan dosis diatas, yaitu:
Dewasa/anak-anak : 10 mg/kg BB, diberikan dalam dosis tunggal

Apabila ada anggota keluarga yang terkena cacingan, sebaiknya pengobatan juga diberikan untuk seluruh anggota keluarga untuk mencegah/mewaspadai terjadinya penularan cacingan tersebut. Selama masa pengobatan hindari penularan cacingan ke anggota keluarga lain dengan cara mencuci tangan dengan sabun setiap habis ke toilet atau sebelum menyentuh makanan, hindari juga untuk menyentuh mulut dengan tangan yang belum dicuci.

Ada baiknya juga, untuk mencegah terjadinya cacingan, anda bisa minum obat cacing setiap enam bulan satu kali. Ini sesuai dengan anjuran yang ada.
 Kini kami memberikan informasi Mengenai pengobatan Cacingan kami akan merekomendasikan Sebuah Merk obat herbal yang berupa minuman yang aman untuk di konsumsi dan insya Allah setelah meminum obat herbal ini akan merasakan kesembuhan yang sempurna, kami akan jawab pertanyaan di atas Obat herbal yang kami maksud itu adalah Ace Maxs, ace maxs merupakan obat herbal yang terbuat dari komposisi alami yakni dari saripati kulit manggis dan extra daun Sirsak Dari kombinasi dua buah ini akan menjadikan tubuh lebih segar dan kesehatan pun bisa di rasakan, karena Perpaduan ke dua Buah ini bisa mencegah dan mengobati berbagai jenis penyakit seperti kanker dan jantung bocor, diabetes, kolesterol ,dll..
Ekstra kandungan dari Kulit Manggis ini kaya akan vitamin B1, B2 dan C, serta kalsium, potassium, sodium dan zat besi. Dalam buah manggis ini mengandung XANTHONE, mangostin, garsinon, flavonoid, epicatechin, spingomyolinase dan gartanin. Dengan kandungan XANTHONE yang tinggi(123,97 mg/ml), dalam kulit buah manggis yang mana dapat membunuh penyakit, dan mampu memperbaiki sel yang telah rusak serta melindungi sel-sel di dalam tubuh. Ekstra kandungan dari Daun sirsak ternyata mengandung zat anti kanker (Annonaceous Acetogenin ) yang memiliki kemampuan luar biasa untuk membunuh sel-sel kanker , dan tanpa mengganggu sel-sel sehat di dalam tubuh. Kulit buah manggis dan daun sirsak pun dapat dijadikan obat kemotherapi dan mengurangi dampak dari kemotherapi.

Ciri-Ciri Orang yang Cacingan

Berdasarkan jenis cacing yang menginfeksinya:
  • Cacing kremi : Gejalanya adalah rasa gatal di sekitar daerah anus atau vulva (kemaluan wanita). Gejala ini akan memburuk di malam hari ketika cacing kremi biasanya akan keluar dari permukaan tubuh untuk menaruh telurnya di sekitar anus/vulva. Cacing juga biasanya dapat terlihat di feses.
  • Cacing gelang : Biasanya tidak menimbulkan gejala, meskipun untuk jenis toxocara canis dapat menyebabkan masalah penglihatan apabila terdapat di mata karena menimbulkan radang & luka pada retina mata. Cacing gelang ini juga dapat berpindah ke bagian paru-paru menyebabkan timbulnya batuk & asma, serta menimbulkan bengkak di organ tubuh lain.
  • Cacing pita : Dapat menimbulkan rasa sakit di daerah perut. Cacing pita dapat menutupi daerah otot, kulit, jantung, mata & otak.

Gejala yang bisa dilihat secara umum
  • Wajah agak pucat, lesu dan kurang bergairah
  • Kurus dan perut agak buncit
  • Berat badan tidak naik-naik meski nafsu makan tidak berkurang
  • Pada anak(bayi) tampak gelisah dimalam hari dan sering-garuk pantat (bagian anus)
  • Sering mengalami gangguan lambung, mulas, diare atau sulit buang air besar (seperti gejala penyakit maag)
  • Suka batuk
  • Dan lain-lain.

Apabila terjadi infeksi yang lebih lanjut menunjukkan cacing sudah berpindah tempat dari usus ke organ lain, sehingga menimbulkan kerusakan organ & jaringan, dapat timbul gejala :
  • Demam
  • Adanya benjolan di organ/jaringan tersebut
  • Dapat timbul reaksi alergi terhadap larva cacing
  • Infeksi bakteri
  • Kejang atau gejala gangguan syaraf apabila organ otak sudah terkena

Penangan Cacingan
Karena terkadang sulit mendeteksi orang yang cacingan, maka anda harus rutin untuk minum obat cacing setiap enam bulan satu dosis yang sesuai dan dianjurkan. Jika anda sudah mengetahui jika terkena cacingan , segera bawa ke Dokter agar dapat diperiksa lebih lanjut kejadian cacingan yang menyerang anggota keluarga kita. Sehingga anda bisa mendapatkan obat cacingan yang diresepkan dan sesuai.

Pengobatan Cacingan
Obat yang mempunyai efek sebagai anti parasit dapat digunakan untuk pengobatan cacingan ini, ada 2 jenis obat yang biasa digunakan yaitu :
Pyrantel pamoat
Dosis untuk pengobatan cacingan yang belum diketahui jenisnya adalah :
Dewasa/anak-anak : 10 mg/kg BB, diberikan dalam dosis tunggal
Mebendazole
Dosis untuk pengobatan cacingan yang belum diketahui jenisnya, sama dengan dosis diatas, yaitu:
Dewasa/anak-anak : 10 mg/kg BB, diberikan dalam dosis tunggal

Apabila ada anggota keluarga yang terkena cacingan, sebaiknya pengobatan juga diberikan untuk seluruh anggota keluarga untuk mencegah/mewaspadai terjadinya penularan cacingan tersebut. Selama masa pengobatan hindari penularan cacingan ke anggota keluarga lain dengan cara mencuci tangan dengan sabun setiap habis ke toilet atau sebelum menyentuh makanan, hindari juga untuk menyentuh mulut dengan tangan yang belum dicuci.

Ada baiknya juga, untuk mencegah terjadinya cacingan, anda bisa minum obat cacing setiap enam bulan satu kali. Ini sesuai dengan anjuran yang ada.